Wednesday, November 16, 2016

RAPBN 2017 Disambut Positif, IHSG Diprediksi Menguat

Tags

RAPBN 2017 Disambut Positif, IHSG Diprediksi Menguat


RAPBN 2017 Disambut Positif, IHSG Diprediksi Menguat
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2016 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 16 Agustus 2016. Jokowi menyinggung soal lembaga-lembaga peradilan yang terus memperkuat kinerjanya.TEMPO/Dhemas Reviyanto
TKepala Riset  NH Korindo Securities Reza Priyambada  menyebutkan, penguatan yang terjadi pada bursa saham  tidak terlepas dari sentimen positif terkait pidato Presiden Joko Widodo tentang optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Presiden Jokowi  dalam pembacaan Nota Keuangan dan RAPBN 2017 di DPR Selasa 16 Agustus 2016 mengatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017  sebesar 5,3 persen atau naik tipis dibandingkan dengan estimasi APBN Perubahan 2016 sebesar 5,2 persen.

Reza mengatakan pelaku pasar akan merespon positif pidato Presiden. Pada perdagangan Kamis 18 Agustus 2016, Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan melanjutkan penguatan. "IHSG berada pada rentang support di 5,396 - 5,420 dan resisten di 5,337 - 5,309. Namun tetap cermati berbagi sentimen yang dapat mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan," ujar Reza dalam keterangan tertulis  Rabu, 17 Agustus 2016.

Pada penutupan perdagangan kemarin IHSG berakhir dengan penguatan saat penutupan sesi II, yakni naik 0,96 persen ke level 5.371,86. Sebanyak 119 saham melemah, 202 saham naik, 106 saham stagnan dan 80 saham tidak ditransaksikan. Hingga penutupan perdagangan, sebanyak 76,58 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,590 triliun.

Sementara dari sisi sektoral, 10 sektor kompak mengantarkan IHSG dalam penguatannya dengan kenaikan tertinggi adalah Industri dasar yang menguat 2,2 persen, agrikultur menguat 1,9 persen, properti naik 1,4 persen, konsumer dan manufaktur kompak naik 1,3 persen, dan sektor finance naik 0,8 persen.



Asing masih mencatatkan aksi beli di pasar reguler sebesar Rp 3,485 triliun, serta aksi jual Rp 2,907 triliun.
"Sehingga asing masih mencatatkan net buy di pasar reguler yakni sebesar Rp 577,728 miliar, dengan saham TLKM yang masih menjadi primadona, diikuti saham ADRO, dan saham KLBF, serta saham BBRI," ujar Reza.





https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/08/17/088796614/rapbn-2017-disambut-positif-ihsg-diprediksi-menguat


EmoticonEmoticon